Info Teluk Kepayang – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) ARIA kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan melalui penyelenggaraan pelatihan Bimbingan Konseling (BK) bagi para guru di wilayah operasionalnya. Program ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekolah, khususnya dalam penguatan peran guru dalam membina karakter dan kesehatan mental peserta didik.
Dukungan Perusahaan untuk Pendidikan Berkualitas
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti puluhan guru dari berbagai sekolah dasar dan menengah. PAMA ARIA menghadirkan tenaga ahli di bidang psikologi pendidikan dan konseling untuk memberikan pemahaman mendalam terkait teknik-teknik konseling, deteksi dini permasalahan siswa, serta pendekatan komunikasi yang efektif.
PAMA ARIA menyebut pelatihan ini menjadi bagian dari program berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekitar perusahaan. “Kami ingin para guru memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini, terutama terkait persoalan mental dan sosial siswa,” ujar perwakilan manajemen PAMA ARIA.
Fokus pada Deteksi Dini dan Penanganan Masalah Siswa
Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan pada berbagai metode asesmen sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan emosi dan perilaku siswa. Isu seperti perundungan (bullying), tekanan akademik, penggunaan gawai berlebihan, hingga masalah keluarga menjadi sorotan utama.
Tenaga ahli BK yang hadir menegaskan pentingnya peran guru sebagai “garda terdepan” dalam mendeteksi permasalahan siswa sebelum berkembang menjadi persoalan serius. “Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendamping perkembangan mental anak. Pelatihan seperti ini membantu mereka memahami tanda-tanda yang harus diwaspadai,” ujar salah satu narasumber.

Baca juga: Bahu Jalan A Yani Banjarbaru Tergenang 5 Tahun Lebih, Dijuluki Warga sebagai Genangan Abadi
Penguatan Kompetensi Soft Skill Guru
Selain teori, pelatihan juga dilengkapi sesi praktikum berupa simulasi kasus, role play, serta latihan komunikasi empatik. Para peserta diajak untuk mempraktikkan cara menghadapi siswa yang mengalami kecemasan, depresi ringan, konflik dengan teman sebaya, atau masalah motivasi belajar.
Pendekatan berbasis empati ini diharapkan dapat diterapkan langsung di sekolah sehingga guru dapat memberikan konseling awal sebelum merujuk siswa ke tenaga profesional.
Guru Antusias, Apresiasi PAMA ARIA
Para guru peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan BK sangat dibutuhkan mengingat tingginya dinamika sosial di kalangan pelajar saat ini. Banyak guru menyampaikan bahwa kasus-kasus yang melibatkan mental health siswa semakin sering ditemui sehingga membutuhkan kompetensi khusus untuk menanganinya.
“Kami sangat terbantu. Materi yang diberikan sangat aplikatif dan bisa langsung dipakai di sekolah,” ujar salah satu peserta.
Komitmen Berkelanjutan di Bidang Pendidikan
PAMA ARIA menegaskan pelatihan BK ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari program CSR perusahaan yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan masyarakat. Ke depan, perusahaan berencana memperluas pelatihan ke lebih banyak sekolah serta mengadakan pendampingan berkala untuk guru-guru BK.
“Kami berharap para guru yang ikut pelatihan dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” tutup pihak manajemen.
















