Info Teluk Kepayang — Genangan air yang tak kunjung hilang di bahu Jalan Ahmad Yani, Kota Banjarbaru, kembali dikeluhkan warga. Kondisi yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun ini membuat titik tersebut dijuluki masyarakat sebagai “genangan abadi” karena tak pernah sepenuhnya kering, baik saat musim hujan maupun kemarau.
Keluhan Bertahun-Tahun, Tidak Ada Perubahan
Genangan air berada di sisi jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Banjar dan Banjarbaru. Warga yang melintas setiap hari mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah menahun, namun belum terlihat perbaikan signifikan.
“Sudah lima tahun lebih seperti ini. Kering sebentar, nanti muncul lagi. Makanya kami sebut genangan abadi,” keluh Rahman, warga Banjarbaru yang sering melintas di lokasi tersebut.
Menurut warga, air yang menggenang kerap meluber ke badan jalan saat hujan deras, sehingga membahayakan pengendara, terutama kendaraan roda dua.
Dampak: Membahayakan Pengendara hingga Merusak Badan Jalan
Selain membuat jalan licin, genangan juga menyebabkan:
-
Kerusakan aspal di sekitar bahu jalan
-
Bebatuan dan lumpur terbawa ke badan jalan
-
Risiko kecelakaan bagi pengendara motor
-
Bau tak sedap saat air lama mengendap
Beberapa pengendara mengaku pernah hampir terpeleset saat melintas. “Kalau malam tambah bahaya karena gelap, genangan tidak kelihatan,” ujar Arif, salah satu pengemudi ojek.

Baca juga: Antisipasi Kemacetan 5 Rajab, Angkutan Berat Dilarang Lewat Jalur Martapura Selama Lima Hari
Sumber Masalah Diduga dari Drainase yang Tidak Berfungsi
Warga menduga genangan terus terjadi karena drainase di kawasan tersebut tersumbat atau tidak tersambung dengan saluran pembuangan utama. Aliran air tidak mengalir dengan baik sehingga mengendap di satu titik.
Sejumlah warga juga mengaku pernah menyampaikan keluhan melalui kanal aduan pemerintah, namun penanganannya dianggap belum maksimal. “Sudah lama dilaporkan, tapi masih saja begini,” kata warga lain.
Pemerintah Diminta Turun Tangan Serius
Melihat kondisi yang tak kunjung membaik, masyarakat meminta pemerintah kota maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan drainase agar persoalan tidak terus berulang.
Aktivis lingkungan setempat menilai masalah harus ditangani dari hulunya. “Bukan hanya menyedot air atau pengerukan kecil-kecilan. Harus dicek jalur drainasenya, apakah buntu atau tidak terhubung. Kalau tidak dibenahi, lima tahun lagi juga tetap begini,” ujarnya.
Harapan Warga: Penanganan Permanen, Bukan Tambal Sulam
Warga berharap ada solusi permanen seperti:
-
Normalisasi saluran drainase
-
Pembuatan saluran baru ke pembuangan utama
-
Peninggian bahu jalan
-
Pemasangan grill atau jalur air terpadu
“Jangan hanya ditinjau, tapi diperbaiki. Ini jalan utama, bukan jalan kecil,” tambah warga.
















