Info Teluk Kepayang – Wali Kota Banjarbaru, Hj. Aditya Mufti Ariffin yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru Hj. Wartono, atau dalam kesempatan lain Wali Kota Banjarbaru Hj. Lisa Liana memimpin kegiatan penebaran benih ikan di kolam retensi Guntung Jingah, Selasa (13/10). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem perairan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui sektor perikanan.
Gerakan Peduli Lingkungan dan Ketahanan Pangan
Penebaran ribuan benih ikan air tawar itu disambut antusias oleh warga sekitar dan kelompok tani ikan setempat. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Lisa didampingi pejabat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Camat Banjarbaru Selatan, serta tokoh masyarakat Guntung Jingah.
Dalam sambutannya, Lisa menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menghidupkan fungsi kolam retensi tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga sumber ekonomi produktif bagi warga.
“Kolam retensi ini kita manfaatkan secara multifungsi. Selain berfungsi menampung air untuk mencegah banjir, kita ingin area ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Lisa.
Ribuan Benih Ikan Ditebar
Sebanyak 10.000 ekor benih ikan nila, patin, dan lele dilepas ke kolam retensi tersebut. Jenis ikan ini dipilih karena mudah beradaptasi dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru, Ir. Syarifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari program Gerakan Peningkatan Produksi Ikan Lokal (GERPIAL) yang telah berjalan di beberapa titik kolam dan embung di wilayah Banjarbaru.
“Kami berharap dalam waktu beberapa bulan ke depan, warga bisa mulai memanen hasilnya. Ini bisa menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca juga: 50 Warga Binaan Lapas Batulicin Jalani Rehabilitasi Narkoba
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kolam
Selain menebar benih ikan, pemerintah kota juga mendorong pembentukan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di sekitar kawasan Guntung Jingah. Tujuannya agar warga dapat mengelola kolam secara mandiri dan berkelanjutan.
Wali Kota Lisa menyebut, pemerintah siap memberikan dukungan berupa pendampingan teknis dan pelatihan bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam budidaya ikan. “Kita ingin kegiatan ini tidak berhenti di acara seremonial saja. Nanti akan ada pembinaan dan bantuan pakan serta alat budidaya,” katanya.
Kolam Retensi sebagai Ruang Publik Edukatif
Selain fungsi ekonominya, kolam retensi Guntung Jingah juga diharapkan menjadi ruang publik edukatif bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem air.
“Anak-anak sekolah bisa datang ke sini untuk belajar tentang ikan, tanaman air, dan bagaimana menjaga keseimbangan lingkungan. Ini bagian dari pendidikan ekologi yang penting untuk masa depan,” ujar Kepala Bidang Perikanan DKP3 Banjarbaru.
Komitmen Pemerintah Jaga Kelestarian
Di akhir acara, Wali Kota Lisa bersama para peserta melakukan doa bersama sebagai bentuk harapan agar benih ikan tumbuh baik dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi lingkungan tapi juga bagi kesejahteraan warga. Mari kita jaga bersama kolam retensi ini agar tetap bersih dan bermanfaat,” tutup Lisa.
Kegiatan penebaran benih ikan di Guntung Jingah menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
















