Info Teluk Kepayang — Pemerintah Kota Banjarmasin mulai melaksanakan program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) gratis untuk ribuan siswa sekolah dasar. Program ini digelar setelah Kota Banjarmasin mendapat hibah vaksin dari pemerintah pusat melalui program nasional pencegahan DBD. Ribuan anak dari berbagai sekolah ditargetkan menerima vaksin tahap pertama hingga akhir bulan ini.
Langkah Strategis Tekan Kasus DBD
Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin menjelaskan bahwa vaksinasi ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menurunkan angka kasus DBD yang meningkat setiap tahun, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Banjarmasin termasuk kota dengan risiko tinggi penularan DBD. Dengan adanya hibah vaksin nasional ini, kita bisa mempercepat upaya perlindungan bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, vaksinasi di sekolah menjadi cara paling efektif karena sasaran usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan yang sering terdampak wabah DBD.
Antusias Tinggi, Orang Tua Support Program
Sejak hari pertama pelaksanaan, banyak orang tua mendampingi anak-anak mereka di sekolah. Mereka menyambut baik vaksinasi gratis ini, apalagi selama ini penularan DBD di lingkungan permukiman kota sering tidak terduga.
“Saya senang sekali pemerintah mengadakan vaksin gratis. Setiap musim hujan, kami selalu was-was anak terserang DBD,” ujar salah satu wali murid.
Proses vaksinasi berlangsung tertib, dimulai dengan pengecekan kesehatan, pencatatan data, hingga penyuntikan oleh tenaga medis dari puskesmas setempat.

Baca juga: BNNP Kalsel sebut HST sebagai daerah paling rawan narkoba
Tidak Hanya Vaksin, Sekolah Juga Jalankan PSN
Selain pemberian vaksin, program ini juga disertai dengan kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sekolah. Guru dan siswa diminta rutin membersihkan genangan air, menutup tempat penampungan air, serta memastikan lingkungan sekolah bebas dari jentik nyamuk.
“Kami ingin vaksinasi dan perubahan perilaku berjalan beriringan. Anak-anak juga diedukasi cara menjaga lingkungan,” kata tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Andai.
Target Ribuan Anak
Dinas Kesehatan menargetkan lebih dari 5.000 anak SD di Banjarmasin mendapatkan vaksin DBD dalam tahap pertama ini. Pelaksanaannya dilakukan bertahap di seluruh kecamatan, termasuk Banjarmasin Utara, Timur, Barat, dan Selatan.
Sekolah yang belum terjadwal akan mengikuti tahap berikutnya, dengan prioritas pada wilayah yang memiliki riwayat kasus DBD tertinggi.
Hibah Program Nasional, Banjarmasin Dianggap Kota Prioritas
Banjarmasin dipilih sebagai salah satu penerima hibah vaksin DBD karena termasuk kota dengan populasi padat dan tingkat laporan kasus yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah pusat menilai perlindungan dini bagi anak sekolah di kota ini sangat penting untuk menekan potensi lonjakan kasus.
Bantuan ini meliputi distribusi vaksin, pelatihan tenaga kesehatan, serta dukungan logistik.
Harapan: Kasus DBD Turun Signifikan
Pemerintah kota berharap program vaksinasi gratis ini mampu mengurangi jumlah kasus DBD secara signifikan pada tahun mendatang. Selain itu, kegiatan edukasi dan pemberantasan sarang nyamuk di sekolah dan rumah diharapkan menjadi kebiasaan baru bagi warga.
“Kita ingin Banjarmasin tak lagi menjadi daerah rawan DBD. Perlindungan anak-anak adalah langkah utama,” tegas Kadinkes.
















