Info Teluk Kepayang — Setelah beberapa bulan pengerjaan, proyek pembangunan Jembatan Sungai Ulin di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akhirnya resmi rampung. Dengan selesainya proyek tersebut, layanan angkutan Trans Banjarbakula yang sempat terganggu kini kembali berjalan normal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Hendra Wahyudi, menyampaikan bahwa penyelesaian jembatan ini menjadi salah satu proyek strategis daerah tahun 2025 yang berhasil diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis.
“Kami bersyukur pembangunan Jembatan Sungai Ulin sudah selesai 100 persen. Kini masyarakat bisa kembali menikmati akses transportasi yang lancar tanpa harus melakukan pengalihan rute,” ujar Hendra dalam keterangan persnya, Jumat (1/11/2025).
Proyek Strategis untuk Mobilitas Banjarbakula
Jembatan Sungai Ulin merupakan infrastruktur penting yang menghubungkan kawasan Banjarbaru–Martapura–Banjarmasin dalam jaringan transportasi Banjarbakula (Banjarbaru, Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala). Selama proses pembangunan, jalur tersebut menjadi salah satu titik rawan kemacetan karena harus dilakukan pengalihan arus kendaraan umum dan bus Trans Banjarbakula.
“Kini seluruh armada Trans Banjarbakula sudah bisa melintas kembali seperti biasa. Ini tentu memperlancar mobilitas warga dari Banjarbaru menuju Banjarmasin maupun arah sebaliknya,” jelas Hendra.
Pembangunan jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp24,7 miliar, bersumber dari APBD Kota Banjarbaru dan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Karya Bumi Mandiri dengan masa pelaksanaan selama delapan bulan.
Didesain Modern dan Ramah Lingkungan
Jembatan baru ini dibangun dengan struktur baja dan beton bertulang yang dirancang tahan terhadap beban berat serta kondisi banjir musiman di wilayah Sungai Ulin. Selain jalur kendaraan, jembatan juga dilengkapi dengan jalur pedestrian, penerangan LED hemat energi, serta drainase terbuka untuk mencegah genangan air.

Baca juga: Tambah 5 Medali dari Pencak Silat, Kontingen HST Masuk 5 Besar Porprov XII Kalsel 2025
Menurut Hendra, desain jembatan mengedepankan aspek keamanan, keindahan, dan ramah lingkungan agar menjadi ikon baru kota Banjarbaru.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fungsional, tapi juga memperhatikan estetika dan keamanan bagi pengguna jalan. Di sisi kanan kiri jembatan juga kami tanam vegetasi hijau sebagai peneduh,” ujarnya.
Warga Sambut Gembira
Rampungnya pembangunan jembatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar. Rudiansyah (42), warga Sungai Ulin, mengaku lega karena kini perjalanan ke pusat kota menjadi lebih cepat.
“Sebelumnya kalau mau ke Martapura harus memutar jauh lewat jalur alternatif. Sekarang lebih mudah, hemat waktu, dan tidak macet lagi,” katanya.
Sementara itu, sejumlah sopir angkutan umum juga mengaku terbantu karena rute Trans Banjarbakula kini kembali normal tanpa hambatan.
“Waktu tempuh kami bisa berkurang 20 menit lebih. Pendapatan juga mulai stabil lagi,” ungkap Arif (33), pengemudi bus Trans Banjarbakula.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan akan terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayahnya, terutama yang mendukung sistem transportasi terpadu Banjarbakula.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat pembangunan. Tahun depan akan ada beberapa proyek lanjutan seperti peningkatan jalan lingkar utara dan revitalisasi drainase,” tutur Hendra.
Dengan berfungsinya kembali Jembatan Sungai Ulin, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di wilayah tersebut dapat meningkat secara signifikan.
“Infrastruktur adalah fondasi kemajuan. Kami berkomitmen memastikan semua proyek berjalan efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Hendra.
















