Info Teluk Kepayang — Sejarah baru tercipta di ajang Pekan Paralimpik Provinsi Kalimantan Selatan (Peparprov Kalsel) setelah seorang atlet yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan dari Suku Bajau Samah berhasil meraih medali emas pertama bagi kontingennya. Prestasi ini menjadi sorotan publik karena berasal dari atlet yang sebelumnya tak pernah mengikuti kompetisi resmi dan hanya berlatih secara mandiri di lingkungan kampung pesisir.
Dari Laut ke Arena Lomba
Atlet bernama (nama bisa disesuaikan) itu dikenal sebagai nelayan yang terbiasa beraktivitas di laut sejak kecil. Ketangkasan, kekuatan fisik, serta kedisiplinan hidup sebagai pelaut menjadi modal besar baginya saat memasuki dunia olahraga difabel.
Meski baru pertama kali ikut Peparprov, ia tampil luar biasa pada nomor (sebutkan cabang olahraga, misalnya atletik atau renang). Ia mampu mengalahkan pesaing kuat dari kabupaten/kota lain dan memastikan emas pertama untuk daerah asalnya.
Pelatih kontingen menyebut kemenangan ini adalah bukti bahwa potensi atlet dapat muncul dari mana saja, termasuk dari komunitas adat maritim yang selama ini kurang terjangkau pembinaan olahraga.
Kebanggaan bagi Komunitas Bajau Samah
Keberhasilan ini disambut sukacita oleh masyarakat Suku Bajau Samah, kelompok maritim yang dikenal dengan tradisi melaut dan kemampuan adaptasi luar biasa di perairan Nusantara. Tokoh adat menyebut prestasi ini sebagai peristiwa bersejarah.

Baca juga: Astra Perkuat Gerakan Anak Bangsa, Majukan Desa dari Sabang sampai Merauke
“Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi kemenangan seluruh komunitas kami. Anak-anak muda Bajau Samah kini punya contoh nyata bahwa mereka bisa berprestasi di level tinggi meski berasal dari kampung pesisir,” ujarnya.
Banyak warga di kampung asal atlet tersebut ikut menonton pertandingan melalui siaran online dan merayakan kemenangan dengan syukuran sederhana.
Pemerintah Daerah Beri Apresiasi
Pemkab/Pemkot setempat langsung memberikan apresiasi resmi. Pemerintah menyatakan akan membina lebih banyak atlet difabel dari daerah terpencil, termasuk komunitas nelayan tradisional.
Pejabat Dispora menyampaikan, “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk memperluas scouting atlet hingga pelosok. Bakat luar biasa sering kali berasal dari tempat yang tidak terduga.”
Atlet peraih emas itu dijadwalkan menerima bonus prestasi dan diusulkan untuk mengikuti pelatihan intensif menjelang Peparnas mendatang.
Inspirasi bagi Generasi Muda Difabel
Kemenangan ini dianggap lebih dari sekadar raihan medali. Ia menjadi simbol bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengejar mimpi. Banyak atlet difabel lain yang hadir di venue turut memberi selamat dan menyebut kemenangan tersebut sebagai “kisah paling inspiratif di Peparprov tahun ini”.
Dengan pencapaian bersejarah tersebut, nelayan Suku Bajau Samah itu kini menjadi ikon baru olahraga paralimpik di Kalsel—sebuah bukti bahwa semangat, ketekunan, dan keberanian melampaui batasan apa pun.
















