Info Teluk Kepayang — Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menetapkan besaran santunan bagi korban banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Keputusan ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan dukungan awal kepada warga yang terdampak bencana.
Dalam keterangan resminya, Kemensos memastikan bahwa keluarga korban meninggal dunia berhak menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat memperoleh bantuan Rp5 juta. Santunan ini diberikan setelah proses asesmen lapangan dan verifikasi data korban selesai dilakukan.
Respons Cepat Pemerintah terhadap Bencana
Kemensos menegaskan bahwa pemberian santunan ini merupakan langkah cepat pemerintah guna membantu keluarga korban dalam melewati masa sulit pascabencana. Penetapan nominal santunan merujuk pada standar bantuan bencana nasional dan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi korban.
“Kami memastikan bahwa negara hadir, terutama bagi warga yang kehilangan anggota keluarga atau mengalami luka berat akibat banjir,” ujar pejabat Kemensos dalam pernyataan tertulis.
Tim Asesmen Lakukan Verifikasi di Lapangan
Sebelum santunan diberikan, tim Kemensos bersama unsur pemerintah daerah, Tagana, dan pendamping sosial turun langsung ke lokasi bencana untuk mengumpulkan data akurat mengenai korban. Verifikasi ini penting agar bantuan tepat sasaran, mengingat beberapa kawasan masih dalam kondisi sulit dijangkau akibat akses yang terputus.
Tim juga berkoordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, serta aparat desa untuk memastikan identitas korban meninggal dan kondisi korban luka berat telah tercatat secara resmi.

Baca juga: TNI kembali terjunkan bantuan ke desa terisolasi di Tapanuli Utara
Bantuan Lain Tetap Disalurkan
Selain santunan korban jiwa dan luka berat, Kemensos juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik darurat, seperti:
-
tenda keluarga
-
makanan siap saji
-
selimut dan perlengkapan tidur
-
peralatan kebersihan
-
bantuan sandang
-
layanan dukungan psikososial
Kemensos menegaskan bahwa bantuan akan terus dikirim sesuai kebutuhan lapangan, termasuk jika terjadi peningkatan jumlah pengungsi atau kebutuhan logistik tambahan.
Prioritas pada Pemulihan Warga
Dalam tahap pemulihan, Kemensos menyampaikan bahwa dukungan tidak hanya berhenti pada santunan. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pemulihan sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak, terutama bagi mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir.
Kemensos bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memetakan kebutuhan lanjutan, termasuk program bantuan usaha, pemulihan rumah rusak, dan pendampingan sosial jangka panjang.
Koordinasi dengan Daerah Dipastikan Berjalan
Guna mempercepat penyaluran bantuan, Kemensos memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan intensif. Pemerintah daerah diminta mempercepat pendataan korban serta memastikan kelengkapan dokumen sesuai prosedur sehingga pencairan santunan tidak terhambat.
“Kami berharap pendataan bisa tuntas dalam waktu dekat. Setiap korban harus mendapatkan haknya tanpa terkendala administrasi,” ujar pejabat Kemensos lainnya.
Warga Harapkan Bantuan Segera Cair
Di sejumlah daerah, warga terdampak menyambut baik kebijakan santunan dari Kemensos. Banyak keluarga korban berharap proses pencairan dapat berlangsung cepat agar mereka dapat memenuhi kebutuhan mendesak, terutama biaya pemakaman, perawatan, dan kebutuhan harian selama masih berada di pengungsian.
Kemensos Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
Menutup pernyataannya, Kemensos kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca dan meminta warga tetap waspada, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor.






