Info Teluk Kepayang — Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan bahwa dirinya sudah terbiasa menghadapi berbagai tuduhan dan fitnah sejak menjabat sebagai pucuk pimpinan Nahdlatul Ulama. Mulai dari isu soal “aliansi Zionis” hingga tudingan korupsi Rp900 miliar, semua disebutnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.
Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya dalam sebuah forum internal NU yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
“Saya Sudah Kebal Fitnah”
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa serangan dan tuduhan yang dilayangkan kepadanya bukan hal baru. Ia bahkan menyebut sudah “kebal” dengan berbagai bentuk fitnah yang muncul selama memimpin PBNU.
“Saya ini sudah difitnah macam-macam. Dari dibilang antek Zionis sampai dituduh makan duit Rp900 miliar. Semuanya fitnah. Saya sudah kebal,” ujar Gus Yahya dalam pernyataannya.
Ia menekankan bahwa perkembangan isu-isu tersebut biasanya bergerak liar tanpa dasar, namun tetap berpengaruh di ruang publik.
Isu Aliansi Zionis yang Sering Diangkat di Media Sosial
Salah satu fitnah yang sering muncul adalah tudingan bahwa Gus Yahya memiliki kedekatan atau “aliansi” dengan kelompok Zionis internasional. Tuduhan ini sebelumnya mencuat setelah kunjungan Cak Imin dan sejumlah tokoh NU ke Yerusalem beberapa tahun silam — sebuah kunjungan yang sebenarnya membawa misi dialog lintas agama.
Gus Yahya menegaskan bahwa tuduhan tersebut sepenuhnya tidak benar, dan ia menilai isu itu sengaja dihembuskan untuk menyerang reputasinya.

Baca juga: Nelayan Suku Bajau Samah Ukir Sejarah, Raih Emas Pertama di Peparprov Kalsel
Tuduhan Makan Duit Rp900 Miliar Disebut Tak Berdasar
Selain isu geopolitik, Gus Yahya juga menyebutkan bahwa dirinya dituding menggelapkan uang Rp900 miliar. Ia menolak tegas narasi tersebut dan menyebut tidak ada bukti maupun laporan resmi terkait dugaan itu.
Menurutnya, angka fantastis itu hanyalah alat untuk membangun persepsi negatif menjelang agenda-agenda besar NU.
Respons Warga NU dan Publik
Sejumlah kalangan NU membela Gus Yahya, menilai bahwa tuduhan-tuduhan tersebut muncul setiap kali PBNU mengambil langkah strategis atau kebijakan yang tidak sejalan dengan kelompok tertentu.
Beberapa pengamat juga menilai bahwa figur publik sebesar Gus Yahya memang rentan diserang isu liar, terutama melalui media sosial yang tidak terkontrol.
Namun di sisi lain, sebagian masyarakat meminta agar PBNU tetap membuka ruang transparansi dalam tata kelola organisasi agar isu keuangan dan rumor internal tidak mudah dipolitisasi.
Gus Yahya: Fokus PBNU Adalah Program, Bukan Drama
Di tengah berbagai isu tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU tetap fokus menjalankan program-program besar, seperti:
-
penguatan ekonomi umat,
-
digitalisasi kelembagaan,
-
kaderisasi, dan
-
diplomasi internasional berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Ia meminta warga NU untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
Seruan Bijak Menghadapi Informasi di Era Media Sosial
Pakar komunikasi politik mengingatkan bahwa derasnya informasi tidak terverifikasi bisa merusak reputasi tokoh tanpa bukti. Karena itu, mereka mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Peluncuran pernyataan terbaru dari Gus Yahya ini menunjukkan bahwa dinamika organisasi besar seperti PBNU memang tak lepas dari gempuran isu politik, baik dari internal maupun eksternal.
















