Teluk Kepayang – Nama Mukhtarudin belakangan menjadi perbincangan hangat setelah resmi dilantik Presiden sebagai Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sosoknya dikenal luas di kancah politik nasional, namun tidak banyak yang tahu bahwa ia berawal dari seorang anak daerah di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hingga meniti karier sebagai birokrat, politisi, dan kini pejabat negara.
Latar Belakang dan Pendidikan
Mukhtarudin lahir di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kotbar), Kalimantan Tengah. Sejak muda, ia dikenal sebagai sosok yang ulet, pekerja keras, dan dekat dengan masyarakat.
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, di mana ia mengambil jurusan ekonomi. Semasa kuliah, ia aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, yang membentuk karakter kepemimpinannya dan memperluas jaringan intelektualnya.
Karier Awal sebagai PNS di Kotawaringin Barat
Sebelum terjun ke dunia politik, Mukhtarudin mengawali kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia dipercaya menangani sejumlah bidang yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Pengalaman bekerja di pemerintahan daerah inilah yang memperkaya wawasannya tentang pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.
“Pengalaman sebagai PNS di daerah membuat saya paham betul bagaimana birokrasi bekerja, sekaligus memahami langsung kebutuhan masyarakat kecil,” kata Mukhtarudin dalam salah satu kesempatan wawancara.

Baca juga: Dituding Terima Rp 2,6 M Dana Perusda, Bupati Balangan: Itu Fitnah!
Perjalanan Politik Hingga ke Senayan
Setelah beberapa tahun mengabdi sebagai birokrat, Mukhtarudin memutuskan beralih ke dunia politik. Ia kemudian bergabung dengan partai politik besar dan berhasil meniti karier hingga ke tingkat nasional.
Sebagai anggota DPR RI, Mukhtarudin tercatat aktif dalam Komisi VII yang membidangi energi, riset, dan lingkungan hidup. Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, energi, dan peningkatan kesejahteraan.
Dilantik Jadi Menteri BP2MI
Puncak karier politik Mukhtarudin datang ketika dirinya dipercaya Presiden untuk menjabat sebagai Menteri BP2MI. Jabatan ini bukan hal ringan, mengingat BP2MI memiliki peran strategis dalam melindungi dan memberdayakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara.
Mukhtarudin menegaskan dirinya siap bekerja keras memberikan perlindungan menyeluruh bagi PMI, mulai dari pra-keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
“Pekerja migran adalah pahlawan devisa. Mereka harus mendapat perlindungan maksimal dari negara. Saya akan memastikan BP2MI hadir sepenuhnya untuk mereka,” tegasnya usai pelantikan.
Harapan dan Dukungan
Penunjukan Mukhtarudin sebagai Menteri BP2MI mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat Kotawaringin Barat menyebutnya sebagai kebanggaan daerah. Sementara kalangan akademisi menilai latar belakang birokrasi dan pengalaman politiknya akan menjadi modal besar dalam mengelola BP2MI.
“Pak Mukhtarudin adalah contoh nyata bahwa anak daerah bisa bersaing dan berkontribusi di level nasional,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pangkalan Bun.
Penutup
Perjalanan Mukhtarudin dari Pangkalan Bun hingga kursi Menteri BP2MI adalah kisah inspiratif tentang kerja keras, dedikasi, dan pengabdian. Dari seorang PNS daerah, politisi, hingga kini pejabat negara, ia membawa semangat membangun bangsa dengan fokus melindungi para pekerja migran Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
















