Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel
Berita  

Isu Motor Brebet, Permintaan Pertamax di SPBU Banjarbaru Melonjak Drastis

cek disini

Info Teluk Kepayang – Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan Pertamax, menyusul maraknya isu bahwa penggunaan Pertalite menyebabkan motor menjadi brebet atau tersendat. Fenomena ini membuat sebagian besar pengguna kendaraan bermotor beralih ke bahan bakar beroktan tinggi tersebut.

Lonjakan Permintaan di Sejumlah SPBU

Berdasarkan pantauan di beberapa SPBU utama, seperti SPBU Jalan A. Yani KM 33 dan SPBU Landasan Ulin, antrean kendaraan roda dua tampak memanjang di jalur pengisian Pertamax. Sementara itu, jalur Pertalite terlihat lebih lengang dibandingkan biasanya.

Salah satu petugas operator SPBU, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa lonjakan permintaan Pertamax mulai terasa sejak sepekan terakhir. Ia memperkirakan penjualan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

“Biasanya kami jual sekitar 5.000 liter Pertamax per hari, tapi sejak ramai isu motor brebet, bisa tembus 10.000 liter bahkan lebih,” ungkap Rahmat, Rabu (16/10).

Ia menambahkan, banyak konsumen yang mengaku khawatir dengan performa kendaraan mereka setelah mendengar kabar bahwa Pertalite bisa menyebabkan mesin motor menjadi tidak stabil.

Warga Beralih karena Takut Mesin Rusak

Sejumlah pengguna sepeda motor di Banjarbaru mengaku memilih menggunakan Pertamax karena merasa lebih aman dan tidak ingin mengambil risiko.

“Awalnya saya pakai Pertalite karena lebih murah, tapi belakangan motor saya agak brebet dan tarikan berat. Setelah coba ganti Pertamax, rasanya lebih enteng,” ujar Ridwan (27), warga Cempaka.

Hal serupa disampaikan Rina (32), seorang ojek online. Ia mengaku mendengar isu tersebut dari grup komunitas ojek di media sosial. “Katanya Pertalite sekarang kualitasnya menurun. Daripada motor rusak, mending pakai Pertamax saja. Memang lebih mahal, tapi mesin lebih halus,” tuturnya.

Pertamax
Pertamax

Baca juga: Polda Kalsel sita 44,5 kg sabu dan 24.928 ekstasi jaringan Fredy Pratama

Pertamina Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu

Menanggapi ramainya isu “motor brebet” akibat Pertalite, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa kualitas Pertalite masih sesuai dengan standar nasional dan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

“Kami pastikan seluruh produk BBM yang disalurkan Pertamina, termasuk Pertalite, telah melalui uji mutu di laboratorium dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Kalimantan, Fadjar Wahyudi.

Menurutnya, faktor “motor brebet” bisa disebabkan oleh banyak hal, bukan hanya jenis bahan bakar, melainkan juga kondisi mesin, kebersihan karburator atau injektor, serta pola perawatan kendaraan.

“Jadi tidak benar kalau Pertalite disebut penyebab utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya isu yang tidak jelas sumbernya,” tambahnya.

SPBU Diminta Jaga Stok dan Layanan

Lonjakan permintaan Pertamax membuat beberapa SPBU di Banjarbaru sempat mengalami antrean panjang, meski pasokan BBM dari Pertamina disebut masih aman. Pertamina memastikan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal tanpa gangguan suplai.

“Kami terus memonitor kondisi di lapangan. Bila ada peningkatan konsumsi di suatu wilayah, kami segera sesuaikan suplai agar tidak terjadi kelangkaan,” ujar Fadjar.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam membeli bahan bakar, serta tidak melakukan penimbunan. “Kalau konsumsi naik karena panik, justru bisa menimbulkan kepadatan dan keterlambatan distribusi,” katanya.

Pengamat: Fenomena Sosial dan Psikologis

Pengamat energi Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Hendra Kurniawan, menilai lonjakan konsumsi Pertamax ini merupakan dampak psikologis dari isu viral di media sosial. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat sering kali dipicu oleh kekhawatiran terhadap kualitas produk tanpa dasar ilmiah yang kuat.

“Fenomena seperti ini mirip panic buying. Masyarakat cepat bereaksi terhadap isu, apalagi jika menyangkut kendaraan yang digunakan setiap hari,” ujarnya.

Hendra menyarankan agar Pertamina dan pemerintah daerah segera melakukan sosialisasi publik secara luas agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar terkait kualitas bahan bakar.

“Edukasi itu penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Kalau pun ada masalah pada mesin, perlu dilihat faktor teknis lainnya,” tambahnya.

Kesimpulan

Meningkatnya permintaan Pertamax di Banjarbaru menjadi cerminan kuatnya pengaruh opini publik terhadap perilaku konsumen. Meski Pertamina telah memastikan bahwa Pertalite masih aman dan sesuai standar, banyak pengguna kendaraan tetap memilih beralih ke bahan bakar beroktan tinggi demi ketenangan.

Pemkot Banjarbaru dan pihak Pertamina kini tengah memantau kondisi di lapangan agar distribusi BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah maraknya isu “motor brebet” yang belum terbukti secara ilmiah.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *