Info Teluk Kepayang — Pemerintah Kabupaten Banjar mulai mempersiapkan langkah khusus untuk menangani lonjakan sampah pada perayaan 5 Rajab, sebuah tradisi tahunan yang kerap memicu peningkatan volume sampah dalam jumlah signifikan. Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkirakan potensi timbulan sampah bisa mencapai 2.500 ton, jauh di atas jumlah rata-rata harian.
Peningkatan Volume Sampah Karena Padatnya Aktivitas Warga
Setiap peringatan 5 Rajab, ribuan warga dari berbagai daerah berdatangan ke pusat-pusat kegiatan keagamaan dan lokasi tradisi masyarakat Banjar. Aktivitas tersebut selalu berdampak pada melonjaknya produksi sampah, baik sampah makanan, kemasan plastik, maupun sampah sisa kegiatan lainnya.
Pejabat DLH Banjar mengungkapkan bahwa tren tahunan menunjukkan peningkatan signifikan karena sebagian besar titik keramaian belum sepenuhnya menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pengurangan dari sumber.
“Kami memperkirakan timbulan sampah bisa mencapai 2.500 ton jika tidak diantisipasi. Oleh karena itu, persiapan harus matang,” ujarnya.
DLH Siapkan Armada Tambahan dan Petugas Lapangan
Untuk mengantisipasi ledakan volume sampah, DLH Banjar menyiapkan armada pengangkut tambahan, termasuk truk compactor, kontainer, dan mobil pickup. Selain itu, ratusan petugas kebersihan akan dikerahkan secara bergantian untuk menjaga kebersihan sebelum, saat, dan setelah kegiatan berlangsung.
Penempatan kontainer besar dan tempat sampah portable di lokasi-lokasi strategis juga menjadi bagian dari strategi penanganan.

Baca juga: Temukan 219 Kasus baru HIV/AIDS, Dinkes Banjarmasin Gencarkan Skrining
Sistem Pengangkutan Dipercepat
Kepala DLH Banjar menegaskan bahwa pola pengangkutan sampah selama momentum 5 Rajab akan diubah dari yang biasanya satu kali per hari menjadi sistem fast response dengan frekuensi lebih sering.
“Tidak menunggu penuh, tapi langsung diangkut saat volume sudah mencapai batas tertentu. Ini penting untuk mencegah penumpukan,” katanya.
Pengolahan sementara melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga telah disiapkan dengan penambahan alat berat untuk mempercepat penataan sampah.
Edukasi Masyarakat Jadi Kunci Pengurangan Sampah
Selain langkah teknis, DLH Banjar juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai pengurangan sampah dari sumber. Pengunjung kegiatan keagamaan diimbau membawa wadah makanan sendiri, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan titik bank sampah yang disiapkan komunitas.
Sejumlah relawan dan pegiat lingkungan akan membantu memberikan sosialisasi di lapangan, terutama pada lokasi dengan tingkat kunjungan tertinggi.
Kolaborasi Lintas Sektor, Termasuk Desa dan Komunitas
DLH menyebut bahwa penanganan sampah 5 Rajab tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah desa, komunitas pemuda, hingga organisasi keagamaan dilibatkan untuk memastikan kebersihan selama rangkaian kegiatan.
Beberapa kecamatan bahkan telah membentuk tim siaga sampah untuk memperkuat koordinasi dengan petugas DLH.
Antisipasi Cuaca dan Dampak Lingkungan
Selain fokus pada volume sampah, pemerintah juga memperhitungkan faktor cuaca mengingat potensi hujan dapat menyebabkan sampah cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Untuk itu, tumpukan sampah di titik padat akan segera ditangani agar tidak mencemari lingkungan, terutama aliran sungai.
Tekad Menuju Perayaan 5 Rajab yang Lebih Bersih
Pemerintah Banjar menargetkan agar perayaan 5 Rajab tahun ini menjadi lebih tertib dan ramah lingkungan. DLH berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan sehingga beban penanganan sampah dapat ditekan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi besar dan kebersihan bisa berjalan seiring. Dengan kerja sama semua pihak, 5 Rajab bisa menjadi momentum budaya yang tetap bersih dan nyaman,” tegas Kepala DLH.
















